4 hal yang paling dibenci pendaki gunung

Kalau Areingers merupakan seorang yang menjadikan mendaki gunung sebuah hobi maka pasti ada beberapa hal yang kamu benci saat melakukan kegiatan favoritmu itu. Tidak sedikit pendaki yang mengeluh dan membenci hal-hal yang tidak disukainya ketika mendaki, berikut ini adalah 4 hal yang paling dibenci oleh pendaki gunung.

Sampah

Siapa coba yang tidak geram melihat banyak sampah bertaburan di gunung! Gunung itu merupakan alam bebas yang tidak ada cleaning servicenya seperti di rumah, mall, atau pasar. Budaya buang sampah di gunung itu jelas sangat merusak, karena kalau dibiarkan selama 1 bulan saja, bisa jadi gunungnya berubah menjadi gunung sampah. Lucunya adalah saat naik gunung orang bisa membawa botol berisi air minum, tapi saat turun botol kosongnya gak ikut dibawa (malah ditinggal di gunung, alias di buang sembarangan). Sangat mudah sebenarnya untuk membawa sampah sendiri untuk dibuang setelah mendaki.

Vandalisme

Perusakan alam, corat-coret pakai pylox, tempel stiker-stiker, menguliti pohon adalah tindakan yang tidak berguna. Vandalisme bukannya memperindah alam, malah merusak alam. Entah niat apa yang terpikirkan oleh mereka, walaupun mereka sudah menuliskan nama mereka di Gunung, tidak ada seorang pun yang kagum atau bahkan tau nama tersebut, yang ada nama tersebut bakal dijadikan doa kutukan oleh para pecinta alam.

Teman rewel

Teman yang sepanjang jalan hanya bisa mengeluh pastinya bisa bikin yang mendengar menjadi makin gerah. Apalagi kalau tidak mau bawa barang bawaan, maunya dibawakan sama yang lain, dan ngerepotin orang lain. Ditambah kalo milih-milih makanan jadinya sangat ribet buat kelompok pendakian. Rasanya ingin kita tinggal aja ya..

Berpapasan dengan orang yang sombong

Nah, sebagai sesama pendaki biasanya akan saling sapa, tetapi ada saja orang yang sombong yang ketika disapa hanya diam atau malah buang muka.