Antusiasme Pendakian Gunung Indonesia

Areingers patut bangga dengan Indonesia yang memiliki gunung berapi  yang masih aktif sebanyak 127 gunung, selain itu masih banyak lagi gunung berapi yang sudah tidak aktif, ditambah dengan deretan pegunungan yang menjadi lanskap di hampir semua provinsi yang ada di Indonesia. Agak mengkhawatirkan karena dampak erupsi gunung memang bisa membahayakan tapi di sisi lain gunung-gunung tersebut membawa berkah tersendiri. Ada banyak bahan material yang berguna keluar dari gunung berapi, tanah di sekitarnya jadi subur untuk ditanami, dan yang jelas Areingers tidak akan kehabisan pemandangan super keren untuk dinikmati. Sebagai petualang, sudah berapa kali Areingers mendaki gunung?

Jumlah pendaki gunung di Indonesia cukup besar

Dari ratusan gunung berapi aktif maupun non aktif yang ada di Indonesia, ada beberapa yang jadi favorit bagi para pendaki baik dari segi tingkat keseruan jalurnya hingga pemandangannya. Areingers juga mungkin pernah mendaki gunung populer seperti Gunung Merapi, Rinjani, Semeru, Bromo, Sumbing, Ijen, Agung, dan masih banyak lagi gunung-gunung lainnya yang tersebar hampir di semua pulau besar yang ada di Indonesia. Gunung-gunung tersebut terkenal dengan keindahan pemandangan yang bisa dilihat pendaki selama pendakian maupun ketika berada di puncak. Beberapa gunung bahkan memiliki puncak tertinggi di mana posisi pendaki bisa lebih tinggi dari awan. Tidak heran jika mendaki gunung adalah salah satu kegiatan outdoor yang paling disukai di Indonesia.

Data dari Kementerian Pariwisata menyatakan bahwa wisata petualangan memberikan kontribusi kunjungan wisatawan sebanyak 25% dari total jumlah wisatawan wisata alam. Data tahun 2016 saja dari Gunung Rinjani tercatat ada sebanyak 91.412 orang mendaki gunung Rinjani di mana sekitar 30%-nya adalah wisatawan mancanegara. Sementara itu pada tahun 2018, tercatat ada sebanyak 853.016 mendaki Gunung Semeru di Jawa Timur dengan jumlah pendaki manca negara lebih dari 20.000 orang di tahun yang sama. Hanya dari pendakian Gunung Semeru saja, penghasilan yang didapat untuk tahun 2018 mencapai lebih dari Rp23,7 milyar lho. 

Kecelakaan kegiatan di gunung juga cukup tinggi

Ini yang mesti Areingers waspadai karena meski gunung yang didaki katanya ramah dan mudah untuk pemula, meski sudah punya banyak pengalaman naik gunung, kondisi di gunung kadang bisa terjadi hal-hal yang tidak terduga. Dengan medan yang sulit dan akses komunikasi yang seringkali putus-putus, jika terjadi insiden yang menimpa saat mendaki maka pertolongan akan susah untuk datang dengan sigap. 

Data BASARNAS tahun 2015 mencatat ada sekitar 12 kecelakaan terjadi di gunung di mana 2 pendaki meninggal dunia, paling banyak di Gunung Semeru. Tahun 2016 kasusnya naik jadi 15 kecelakaan dengan 7 pendaki meninggal dunia, jumlah yang sama juga terjadi di tahun 2017, sementara tahun 2018 jumlahnya naik jadi 23 kasus kecelakaan dengan 6 pendaki meninggal dunia, 4 dinyatakan hilang. Jadi teruslah waspada dan gunakan peralatan outdoor berkualitas tinggi demi keamanan ya!