Apa Saja Hal Menyeramkan Yang Mungkin Areingers Hadapi di Gunung?

Kisah-kisah mistis dan menyeramkan di gunung tentu menjadi cerita yang biasa tersebar di kalangan para penggiat kegiatan alam. Mulai dari kejadian ganjil di gunung, cerita horor, hingga cerita hantu di gunung menjadi hal yang bisa membuat Areingers memiliki kesan bahwa gunung adalah tempat yang menyeramkan. Berikut ini hal-hal yang paling menyeramkan saat ke gunung yang mungkin terjadi  pada Areingers dan bisa dibagikan pada instagram arei:

Bertemu Binatang Buas

Gunung adalah tempat tinggal dari berbagai macam satwa, sehingga tidak heran bila kita bisa sering menemui berbagai satwa selama travelling. Namun bila yang Areingers temui adalah binatang buas yang hidup di gunung?. Tentu pertemuan tersebut akan menjadi hal yang sangat menyeramkan bila Areingers tidak mengetahui teknik-teknik dasar menghadapi binatang buas tersebut. 

Setiap hewan di gunung sebenarnya jarang secara langsung menampakan diri untuk menemui manusia, sehingga tentu ada penyebab khusus yang membuat mereka bisa bertemu Areingers. Oleh karena itu, untuk berjaga-jaga bila bertemu dengan hewan buas ketika mendaki tidak ada salahnya Areingers belajar teknik-teknik menghadapi makhluk buas tersebut. Biasanya bila benar-benar tidak bisa memahami sifat binatang, hal pertama yang akan dirasakan adalah kepanikan yang justru membuat kondisi menjadi semakin berbahaya.

Tersesat

Tersesat di gunung, keluar jalur, apalagi sendirian tentu menjadi kejadian menyeramkan yang tidak diinginkan oleh para Areingers. Pada kejadian ini biasanya pendaki yang tersesat akan mengalami masalah psikologis dimana orientasi pada medan menjadi buruk, mengambil keputusan secara tergesa-gesa, serta bertindak sembrono. Situasi ini tentu menjadi mimpi buruk bagi pendaki yang tidak memiliki dasar-dasar pendakian dan survival yang cukup , tidak memiliki peralatan Arei Outdoor Gear yang memadai, dan saat ini banyak ditemukan pendaki semacam ini. 

Bila Areingers telah memiliki skill tentang dasar-dasar survival dan orientasi medan yang baik, tersesat saat Mendaki Gunung mungkin tidak akan menjadi mimpi buruk. Oleh karena itu, kendati di berbagai gunung telah disediakan papan petunjuk arah, namun kemungkinan tersesat selalu ada. Inilah salah satu sebab mengapa para pendaki lawas diharuskan menguasai ilmu-ilmu dasar pendakian dan bertahan hidup di alam. Hal yang saat ini kurang diperhatikan oleh pendaki modern yang hanya berbekal peralatan outdoor mahal tanpa bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup.

Kehabisan Bahan Konsumsi

Kejadian menyeramkan lain yang mungkin Areingers alami adalah kehabisan air dan makanan. Hal yang saat ini sering terjadi di dunia pendakian adalah para pendaki justru membawa bahan makanan terbatas. Ada banyak alasan yang mendasari hal ini, pertama karena kurangnya pengetahuan tentang gunung yang ingin didaki. Kedua, ingin mengurangi beban bawaan. Ketiga, kemalasan untuk memasak dan menyiapkan bahan makanan. Terkesan sepele, namun cukup fatal karena kekurangan makanan dan minuman berarti membiarkan diri Areingers menjadi rentan terhadap serangan Penyakit Ketinggian, termasuk hipotermia. Misal Areingers berencana melakukan pendakian 3 hari dari jogjakarta, maka akan lebih baik bila membawa bekal makanan untuk 6 hari.