Dampak Sampah Plastik Terhadap Lingkungan

Plastik menjadi hal yang sulit dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama masyarakat Indonesia. Hal ini menjadikan tingginya volume sampah plastik yang dihasilkan dikarenakan penggunaanya yang juga tinggi.  Kita semua pasti telah familiar akan betapa bahayanya sampah plastik karena sulitnya material ini untuk terurai. Namun apa sajakah bahaya yang bisa ditimbulkan oleh sampah? Disini kita akan bersama-sama mengetahuinya.

Mengapa sampah berbahaya?

Tidak peduli di pemukiman,  industri maupun di pendakian gunung,  sampah plastik akan kita jumpai dan itulah yang disesalkan. Lalu mengapa sampah terutama sampah plastik berbahaya? Plastik baru akan terurai di dalam tanah setelah 200. 400 bahkan 1000 tahun, lamanya waktu untuk plastik agar terurai dapat menimbulkan resiko bagi tanah. Zat kimia yang dilepaskan oleh plastik dapat mengakibatkan pencemaran di tanah dan mengurangi kesuburannya.

Susahnya plastik untuk diuraikan dapat memusnahkan pengurai di dalam  tanah ada prosesnya. Fakta ini lebih dari cukup untuk kita agar sebijak mungkin dalam menggunakan plastik dan menghindari membuang  sampah plastik secara sembarangan.

Dampak sampah plastik

Berikut adalah dampak dari sampah terutama sampah plastik. 

  1. Air tanah, tanah dan makhluk hidup dalam tanah akan tercemar.
  2. Senyawa kimia dari plastik yang masuk di dalam tanah akan membunuh hewan pengurai seperti cacing.
  3. Polychlorinated biphenyl (PCB) tidak akan terurai meskipun telah terkonsumsi oleh hewan dan organisme lain, zat ini akan menjadi racun berantai.
  4. Adanya sampah plastik akan menghalangi terserapnya air ke tanah.
  5. Plastik mengurangi ruang gerak dan pergantian udara di dalam tanah yang akhirnya akan menurunkan tingkat kesuburan tanah.
  6. Sampah plastik yang mencemari lautan akan termakan oleh organisme laut dan dapat menyebabkan kematian hewan-hewan tersebut.
  7. Sampah yang dibuang ke sungai akan menyumbat dan menyebabkan pendangkalan yang pada akhirnya menyebabkan banjir.
  8. Membakar sampah plastik akan menyebabkan pencemaran udara. Asap yang dihasilkan mengandung zat dioksin  yang apabila terhirup dapat menyebabkan sistem pernafasan, kanker, gangguan pada sistem syaraf dan pembengkakan hati.
  9. Kualitas air aka semakin memburuk karena tercemari oleh sampah plastik yang didalamnya terkandung banyak bahan-bahan kimia seperti bisphenol A.

Mengetahui betapa banyaknya dampak buruk yang bisa diakibatkan oleh sampah terutama sampah plastik, kita seharusnya lebih berhati-hati. Jika melakukan adventure di alam, selalu bawalah kantong untuk sampah di backpack sehingga pencemaran di alam oleh sampah plastik dapat diminimalisir. Hal lain yang dapat kita lakukan adalah sebisa mungkin kurangi penggunaan plastik sehari-hari. Gantilah plastik dengan kertas atau kantong tas yang dapat digunakan kembali. Hindari membuang sampah plastik sembarangan terlebih lagi di aliran air. Hindari juga membakar plastik baik di tempat terbuka maupun tertutup.