Daun Gatal Dari Papua, Pereda Pegal Saat Mendaki

Berpetualang di alam bebas atau mendaki gunung merupakan hal yang melelahkan baik itu fisik maupun mental. Adapun kelelahan fisik antara lain pegal dan capek. Mengenai pegal-pegal ada loh beberapa solusi baik untuk meredakan rasa pegal yang unik berbeda yaitu menggunakan daun gatal.

Areingers udah pada tau belum, apa sih daun gatal itu? Daun gatal dengan nama latin Laportea ducumana atau yang dalam bahasa warga lokal Biak disebut daun raprap ini berkhasiat untuk obat alternatif kesehatan masyarakat lokal Biak. Daun gatal adalah tumbuhan alam hutan asli Papua dari famili Urticaceae yang memiliki bulu atau duri halus di permukaan daun.

Daun gatal dipercaya dapat menyembuhkan beberapa gangguan kesehatan, di antaranya pegal-pegal, kurang enak badan, nyeri, sakit perut, sakit kepala, dan masih banyak lagi.

Keunikan daun gatal jika digosok akan menimbulkan gatal-gatal pada kulit, akan tetapi ketika selesai digunakan pada badan maka lelah akan hilang dan badan kembali segar.

Daun Gatal biasanya ditemukan di jalur pendakian Gunung Binaiya dan menjadi andalan masyarakat di sekitar Gunung Binaiya loh Areingers.

Cara memakainyapun cukup mudah, dengan mengusapkan lembar demi lembar daun gatal kebagian yang terasa capek dan pegal seperti paha, betis , lutut dan lainnya. Setelah di gosok daun gatal, tubuh yang terkena daun gatal akan terasa panas, gatal, sedikit perih dan timbul bentol-bentol, setelah kurang lebih 10 menit bentol dan gatal pun hilang.

Gimana nih Areingers, setelah mengenal daun gatal, apa ada yang tertarik mencoba daun gatal untuk meredakan lelah habis mendaki?
// //