Filosofi Mendaki : Bukan selalu tentang puncak!

Filosofi Mendaki : Bukan selalu tentang puncak!

Setapak demi setapak Langkah berjalan diantara padang savanna, tanah merah berlumpur, bebatuan hingga medan-medan lainnya. Apalagi jika bukan mendaki gunung, dengan bentang alam yang sangat indah terkadang membuat mata kita menemukan pengalaman baru, terutama bagi yang terjebak setiap hari dalam hiruk-pikuknya sebuah kota.

Terkadang kita berpikir mengenai apa arti dari sebuah perjalanan terutamanya sebuah pendakian. Mungkin karena dari setiap kita terlalu moment-able­ dan itu tidak menjadi sebuah halangan untuk kita menyukainya, terkadang dengan mendaki kita bisa menemukan diri kita yang hilang dalam sebuah perenungan diri di setiap Langkah yang kita lepaskan. Jejak-jejak Langkah itulah yang terekam dalam memori sebagai sebuah pengalaman yang mungkin indah dan mungkin juga tidak.

Pepatah tua mengatakan bahwa “Gunung itu selalu lebih jauh, lebih tinggi dan lebih sulit dari kelihatannya." Sampai kita mengarungi setiap tikungannya, tanjakannya, hinga jalan terjalnya. Tujuan utama dari mendaki ialah untuk mencapai puncak tertinggi dari gunung tersebut yang menjadikan bukti bahwa perjalanan yang berat sudah ditaklukkan.

Namun, semua itu bukan tentang mencapai puncak belaka. Melainkan, sebuah perjalanan mengenal diri, mengenal teman perjalanan kita, dan mengenal semua yang telah kita lewati selama ini dalam kehidupan. Pada dasarnya, filosofi dalam pendakian adalah penaklukkan terhadap waktu, pikiran, tenaga dan emosi dalam diri semuanya terjadi dalam perjalanan yang Panjang dan melelahkan. Apakah itu mengurangi makna sebuah puncak dalam pendakian? Tentu lah tidak, melainkan sebagai pelengkap dalam sebuah pendakian.

Apa artinya sebuah pendakian tanpa ada makna didalamnya? Apa artinya sebuah pendakian tanpa tujuan didalamnya? Itulah mengapa segala sesuatu termasuk pendakian pun selalu ada filosofi didalamnya. Bukankah kita selalu diajari bagaimana cara menyelami sebuah arti? Tentu pendakian merupakan salah satu dari cara untuk menyelaminya.

Buat areingers, terkadang sulit untuk memulai sesuatu yang baru dengan makna yang lebih mendalam. Namun, apakah kita akan terus terjebak dalam sebuah masa yang tak memiliki makna? Ambil tas kalian, persiapkan barang kalian, siapkan diri kalian dan taklukan semua pendakian dengan semua makna dalam setiap langkahnya. Go and get them, areingers!

// //