Hal-hal Kecil Ini Bisa Membuatmu Menjadi Pendaki Peduli Lingkungan

Kampanye peduli lingkungan saat ini sedang marak diangkat termasuk di instagram arei. Menjamurnya pendaki gunung beriringan dengan kenaikan volume sampah di gunung, dimana hal ini tentu membuat Areingers prihatin. Ya, kegiatan mendaki gunung maupun kegiatan outdoor lainya sejatinya tidak hanya kepuasan batin manusia saja, namun juga bagaimana manusia berbaur dengan alam. Dalam arti lain, menjaga alam tetap apa adanya berarti turut menjaga kelestarian.

Alam yang lestari juga berarti Areingers memberikan peninggalan pada anak cucu kelak bisa menikmati keindahan yang sama. Tentu tidak mudah mengurus dan mengharuskan banyak orang untuk berperilaku wajar terhadap alam, namun Areingers tentu bisa mulai dari diri sendiri ketika mendaki gunung. Tentu saja sikap ini tidak bisa dinilai dari berapa banyak Arei Outdoor Gear yang Areingers miliki, namun dari hal-hal kecil yang secara sadar dilakukan ketika mendaki. Berikut ini hal-hal kecil yang bisa dibiasakan untuk menjadi pendaki yang peduli lingkungan :

Mengumpulkan dan Membawa Turun Sampah Sendiri

Sampah menjadi salah satu masalah yang semakin hari semakin menumpuk di gunung. Tidak semua jenis sampah bisa diuraikan oleh alam. Sampah-sampah yang sering ditinggalkan oleh para pendaki adalah sampah plastik baik dari kemasan makanan, kemasan minuman, maupun kantong plastik. Areingers tentu bisa membiasakan untuk mengumpulkan sampah yang dibawa, lalu dibuang ke tempat yang sudah disediakan. Hal yang sepertinya mudah ini sering diabaikan oleh para pendaki karena menganggap bahwa sampah adalah beban karena telah banyak membawa Peralatan Outdoor. 

Tidak Mandi di Gunung

Sebenarnya mandi di gunung sah-sah saja, namun tidak mempergunakan shampo, sabun, dan pasta gigi. Kenapa? Pertama zat-zat yang ada di dalam benda-benda tersebut berpotensi merusak mikroba di dalam tanah. Kedua, zat-zat tersebut merupakan zat yang bisa mencemari air di sana, terlebih bila aliran sumber air yang ada digunakan untuk kebutuhan konsumsi warga yang ada di kaki gunung. Para pendaki lawas di jogjakarta dan daerah lain lebih memilih untuk menunda mandi 1-2 hari saat travelling di gunung,  atau bila terpaksa mempergunakan tissue basah untuk membersihkan diri. 

Tidak Membuat Api Unggun

Api unggun memang identik dengan kegiatan outdoor. Namun perlu diperhatikan bahwa pembuatan api unggun memiliki aturan-aturan yang harus dipahami terkait dengan lokasi, cara, dan penanganan. Bila Areingers belum memahami penuh teknik dasar api unggun, lebih baik untuk tidak membuat api unggun yang bisa dilihat di instagram arei. Banyak kejadian yang disebabkan oleh sisa perapian yang ditinggal begitu saja dan mengakibatkan kebakaran hutan. 

Tidak Memetik atau Mengambil Apa Yang Ditemui di Gunung

DI jalur-jalur adventure di gunung manapun, Areingers tentu sering menemui tumbuh-tumbuhan eksotis maupun tanaman buah. Namun perlu diperhatikan bahwa tanaman-tanaman tersebut bisa jadi merupakan sumber makanan bagi satwa yang ada di sana. Jika kondisi terpaksa seperti sedang dalam kondisi tersesat atau kehabisan bahan makanan, mengambil apa yang ada di alam masih dihalalkan.