HAL YANG PERLU DI INGAT KETIKA BERKUNJUNG KE CANDI

Sebelum menyambangi kawasan candi, ada baiknya Areingers mengingat beberapa hal penting agar kelestarian candi terjaga dengan baik. Salah satu obyek wisata sejarah yang menarik untuk dikunjungi kala liburan adalah candi. Bangunan kuno ini seringkali memesona wisatawan lantaran memiliki arsitektur indah serta nilai sejarah tinggi. Indonesia mempunyai banyak candi terkenal seperti Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Sebelum menyambangi kawasan candi, ada baiknya Areingers mengingat beberapa hal penting agar kelestarian candi yang dikunjungi terjaga baik. Apa sajakah itu? Berikut adalah 5 hal perlu Areingers ingat saat berkunjung ke candi. Silakan disimak ya!

 

Taat pada Aturan yang Berlaku

Saat Areingers memasuki bangunan candi tertentu, tunjukkanlah rasa hormat dengan mematuhi aturan yang berlaku di sana. Sebagian candi terkadang memberlakukan aturan yang berbeda. Hal yang boleh dilakukan di suatu candi bisa jadi dilarang di candi lainnya. Perbedaan aturan tersebut juga biasanya dipengaruhi oleh situasi dan keadaan masing-masing candi.

Jadi, pihak pengelola umumnya membuat aturan yang berkaitan dengan daya tahan candi. Sebagai contoh, candi X dapat dikunjungi wisatawan lantaran bangunannya masih terbilang kokoh. Akan tetapi, candi z tidak boleh dimasuki pengunjung karena kondisi bangunannya begitu rapuh. Larangan tersebut tentu dimaksudkan agar wisatawan terhindar dari bahaya.

Di samping itu, ada juga candi yang tidak boleh dikunjungi pelancong karena bangunannya khusus untuk tempat sembahyang. Dengan mematuhi aturan yang berlaku, wisatawan telah berkontribusi dalam upaya pelestarian bangunan candi. Adat istiadat dan budaya candi pun dapat terjaga dari waktu ke waktu

 

Menjaga Lisan dan Perbuatan

Sejak dahulu, candi telah dianggap salah satu bangunan suci karena menjadi tempat ibadah kelompok masyarakat tertentu. Oleh sebab itu, Areingers perlu menjaga perbuatan dan lisan di tempat ini sebagai bentuk penghormatan kepada mereka. Oke?

Wisatawan sebaiknya tidak berlari-lari begitu tiba di kawasan candi. Areingers juga perlu menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan di sana. Ini adalah contoh bentuk penghormatan paling sederhana yang bisa Areingers lakukan terhadap candi.

Selain itu, jaga juga mulut Areingers dari perkataan kotor. Hindari juga bicara dengan volume suara terlalu keras selama berada di candi. Dengan begitu, kedatangan Areingers tidak akan menganggu ketenteraman orang yang tengah beribadah.

 

Menjauhi Kegiatan Vandalisme

Sebagai bangunan kuno yang kaya akan nilai sejarah, candi patut dilestarikan oleh masyarakat. Areingers perlu menjaga kelestariannya agar warisan budaya yang terkandung di dalamnya tak lekang oleh waktu. Jauhi segala macam kegiatan yang dapat merusak keindahan dan kekayaan sejarah bangunan ini.

Contoh perbuatan negatif yang berdampak pada berkurangnya keindahan candi adalah kegiatan vandalisme atau mencorat-coret bangunan. Keelokan dan kemegahan bangunan candi tentu akan sirna jika sikap seperti ini dipelihara oleh wisatawan. Saat melakukan kegiatan vandalisme, Areingers juga telah menghancurkan warisan budaya dan peradaban kuno yang ditinggalkan leluhur.

Sebagai tambahan informasi, usia batu candi biasanya mencapai ratusan tahun. Hal tersebut membuat kondisi bangunan candi sangat rentan terhadap bahan kimia. Dengan demikian, pihak pengelola tidak bisa membersihkan bangunan ini dengan bahan kimia seperti sabun. Jadi, hindari perbuatan vandalisme agar keindahan candi tetap terjaga ya bro!

 

Mengenakan Pakaian yang Sopan dan Pas dengan Kondisi Candi

Hal lainnya yang perlu diperhatikan wisatawan saat berkunjung ke candi adalah jenis pakaian yang dikenakan. Areingers hendaknya memakai alas kaki yang cocok dengan kondisi medan candi. Pasalnya, penggunaan alas kaki tajam dapat merusak batuan candi.

Jangan lupa juga untuk mengenakan pakaian sopan saat memasuki kawasan candi.  Sikap ini mencerminkan bentuk penghormatan wisatawan terhadap situs candi. Penggunaan baju sopan perlu dilakukan saat Areingers menyambangi candi yang menjadi tempat ibadah maupun yang tidak.

Sejumlah candi kini tak lagi dimanfaatkan sebagai tempat beribadah. Meski demikian, banyak dari bangunan tersebut pernah dijadikan sebagai lokasi berlangsungnya aktivitas keagamaan di masa lampau. Oleh sebab itu, wisatawan tetap perlu menggunakan pakaian sopan sebagai wujud rasa hormat terhadap nilai historis yang dimiliki setiap candi.

 

Tidak Berfoto dengan Gaya Berlebihan

Salah satu aktivitas favorit wisatawan saat mengunjungi situs candi adalah berburu foto. Banyak orang terpikat dengan keindahan arsitektur candi dan menjadikannya sebagai latar belakang dalam foto. Berkaitan dengan itu, ada etika yang harus diingat wisatawan ketika berfoto di area candi.

Lo sebaiknya tidak menunjukkan pose berlebihan ketika mengambil foto di sana, contohnya seperti memanjat stupa candi atau melompat bersama rombongan wisata. Hal ini tentu saja bisa menyebabkan kerusakan pada bangunan candi.

Wisatawan hendaknya sadar bahwa konstruksi candi tidak sama dengan konstruksi bangunan modern kebanyakan. Bangunan candi mempunyai ketahanan dan kekuatan berbeda karena usianya mencapai ratusan tahun. Selain itu, perbaikan bangunan candi sangat sulit dilakukan sehingga pihak pengelola seringkali hanya mampu menciptakan replikanya saja.

Demikian 5 hal yang perlu diingat wisatawan saat mengunjungi kawasan candi. Dengan melaksanakan kelima hal ini, Areingers telah berkontribusi dalam menjaga kelestarian candi. Semoga informasi ini bermanfaat buat Areingers yang hendak menempuh perjalanan wisata ke situs candi kala liburan. Selamat bersenang-senang!