Jenis Sinyal SOS Yang Wajib Diketahui Pendaki

Anda yang memiliki hobi adventure tentunya paham bagaimana alam bekerja: tidak bisa diprediksi. Terutama jika Anda berada di tempat-tempat yang seperti memiliki “aturannya” sendiri, seperti di pegunungan misalnya. Seringkali cuaca di gunung berbeda dengan cuaca di kawasan pemukiman di sekitarnya, oleh karena itu jika Anda suka dengan aktivitas mendaki gunung mesti berhati-hati dan super waspada jangan sampai memiliki attitude yang meremehkan karena begitu Anda lengah maka bisa jadi resikonya akan membahayakan keselamatan Anda. Sebagai salah satu cara untuk bisa mengantisipasi hal-hal yang bisa membahayakan keselamatan diri Anda maupun pendaki yang lain ada baiknya untuk mengetahui jenis-jenis sinyal darurat yang bisa digunakan di gunung untuk meminta bantuan atau saling berkomunikasi satu sama lain tanpa menggunakan lisan. Apa saja jenis-jenis sinyal darurat tersebut?

Membuat sinyal dengan api

Sinyal internasional yang digunakan untuk menandakan bahwa seseorang sedang mengalami keadaan yang darurat adalah dengan membentuk sinyal api dengan tiga api unggun yang membentuk segitiga atau garis lurus yang masing-masing jaraknya sekitar 25 meter berjauhan. Sinyal api akan terlihat lebih jelas jika dinyalakan pada malam hari dan sebaiknya tidak dilakukan pada area hutan dengan pepohonan yang lebat.

Sinyal asap hitam dan putih

Karena api kurang terlihat jelas ketika di siang hari, sinyal asap bisa jadi pilihan untuk memberikan sinyal darurat. Asap yang dibuat mengepul besar akan menarik perhatian ranger hutan dan akan segera melakukan pemantauan ke lokasi, jika ditemukan ada kondisi darurat di situ maka proses penyelamatan pun akan langsung dilaksanakan. Cara untuk membuat asap putih jika Anda berada lingkungan yang gelap adalah dengan membakar daun hijau, lumut, bisa juga ditambah dengan sedikit air. Jika Anda berada di lokasi pendakian gunung yang terang, buatlah asap gelap dengan membakar kain, karet, atau plastik. 

Cahaya dari senter maupun cermin

Kedipkan senter sebanyak 60 kali per menit, sinyal ini merupakan sinyal internasional bahwa Anda memang berada dalam kondisi yang darurat. Atau Anda juga bisa membuat sinyal cahaya dengan menggunakan cermin atau benda lain yang bisa memantulkan cahaya. Arahkan cahaya senter maupun benda lainnya  ke arah datangnya pesawat atau helikopter penyelamat yang bisa menjadi tanda lokasi Anda. 

Gunakan peluit

Peluit adalah salah satu peralatan outdoor yang wajib Anda bawa termasuk ketika naik gunung. Ketika Anda membutuhkan pertolongan maka suara akan sangat membantu para regu penyelamat untuk menentukan lokasi Anda jika sudah berada dalam jangkauan yang dekat. Masalahnya, tidak selamanya suara Anda bisa diandalkan karena tentunya berteriak kencang terus menerus bisa menguras suara dan juga energi Anda. Bunyi peluit yang nyaring bisa terdengar hingga 1,6 km apalagi di hutan yang bisa menggemakan suara peluit Anda.