Keindahan dan keunikan Gunung Prau Beserta Mitosnya

Bagi Areingers yang hobi mendaki gunung pastinya sudah tidak asing lagi dengan nama Gunung Prau, namun bagi orang awam kebanyakan mengira Gunung Prau adalah Tangkuban Perahu.

Gunung Prau ini terletak di Provinsi Jawa Tengah tepatnya di Pegunungan Dieng, Gunung Prau sendiri memiliki lokasi yang unik karena bentuknya yang memanjang seperti bentuk perahu sehingga membuat gunung ini berada di wilayah 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Batang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Temanggung. Kali ini kita akan membahas beberapa keunikan dari Gunung Prau dan misteri dibalik keindahannya :

Jika membahas tentang Gunung Prau bagi agan yang memiliki hobi muncak atau mendaki gunung nih terutama yang berada di Jawa Tengah, mungkin yang terlintas di pikiran Areingers adalah keindahannya. Gunung Prau merupakan tempat terindah untuk menikmati sunrise dan sunset bagi sebagian orang, bagaimana tidak?

Dari puncak gunung yang berketinggian 2.565 mdpl ini para pendaki akan disuguhkan pemandangan 6 gunung, dari arah timur kita bisa melihat gunung Sindoro, gunung Sumbing, gunung Merapi, gunung Merbabu, dan gunung Lawu, sedangkan dari arah barat kita bisa melihat dengan jelas gunung Slamet yang berdiri dengan kokoh.

Ketika musim kemarau tiba dan suhu berada di titik terendah, kita bisa menemukan banyak embun yang mengkristal menjadi es, hal ini dikarenakan gunung Prau memiliki suhu yang relatif lebih rendah dibanding gunung lainnya, bahkan bisa mencapai suhu 5 derajat celsius ketika berada di titik terendah.

Seperti kebanyakan gunung, di gunung Prau kita bisa menemukan bunga Edelweiss, kebanyakan pendaki tidak tahu kalau di gunung Prau juga terdapat bunga Edelweiss yang disebut juga dengan bunga abadi. Apabila cuaca sedang cerah di puncak, kita bisa melihat indahnya Golden Sunrise dari gunung Prau, banyak pendaki mengatakan gunung Prau memiliki Golden Sunrise terbaik se Asia Tenggara. Selain Golden Sunrise, para pendaki akan dimanjakan dengan panorama perbukitan yang terhampar luas dengan bunga-bunga Daisy yang tumbuh di area perbukitan itu yang disebut bukit Teletubbies.

 

Gunung Prau sangat cocok bagi pendaki pemula karena memiliki ketinggian sedang yang dapat didaki hanya dalam waktu 3-4 jam perjalanan tergantung kekuatan dan fisik para pendaki hingga sampai titik puncak Gunung Prau, track nya pun juga terbilang relatif mudah dan lebih santai. Saat ini gunung Prau mempunyai 6 jalur pendakian yakni via Patak Banteng, Kali Lembu, Dieng Wetan, Dieng Kulon (Dwarawati), Campurejo, dan Wates.

Jalur yang biasa di lalui pendaki ialah Kali Lembu, di jalur ini para pendaki akan berjalan menyusuri banyak perbukitan. Namun jika Areingers suka jalur pendakian yang lebih ekstrim maka Patak Banteng adalah pilihan yang tepat, di jalur Patak Banteng pendaki akan melewati puluhan tikungan dan tanjakan tajam, medan ini sangatlah terjal tetapi para pendaki akan lebih cepat sampai ke titik puncak.

Selain dari keunikan tersebut, Gunung Prau mempunyai mitos yang dipercaya oleh masyarakat sekitarnya. Selain karena bentuknya yang mirip perahu disertai dengan ombak disampingnya jika dilihat dari atas, alasan penamaan gunung Prau ini adalah mitos yang diyakini bahwa di dalam gunung ini terdapat sumber air yang begitu melimpah ruah. Mitos lain mengatakan bahwa nama lain Gunung Prau adalah Gunung Mayit atau dalam bahasa Indonesia disebut Gunung Mayat. Konon ini karena bentuk Gunung Prau yang jika dilihat dari kejauhan menyerupai bentuk mayat yang ditutupi kain. Gunung Prau juga dipercaya oleh masyarakat Dieng sebagai tempat bersemayamnya para dewa.

Ada satu lagi mitos yang cukup menarik, yakni mitos pintu ghaib. Saat mendaki lewat jalur Dieng Kulon ketika melewati lahan vegetasi rumput dan bunga Daisy, di salah satu bagian padang bunga Daisy ini terdapat beberapa pohon yang tumbuh dalam satu area. Beberapa pohon tumbuh berdekatan dan seperti membentuk kotak yang biasa disebut warga sekitar yaitu “Oyot Rimpang”, konon katanya tempat di antara pepohonan inilah yang disebut “Pintu Ghaib”. Menurut cerita sekitar, setiap pendaki yang berani masuk kedalam area ini maka akan masuk ke dimensi lain, para pendaki akan selalu berputar-putar di tempat yang sama tanpa bisa menemukan jalan keluar. Meskipun begitu belum ada bukti kebenaran mitos ini, sebagai wisatawan hendaknya kita menghormati kepercayaan warga sekitar dan senantiasa untuk menjaga sopan santun.

 

Itulah berbagai keunikan dari Gunung Prau, tempat yang cocok untuk pendaki yang masih pemula dan alternatif menjadi wisata keluarga. Terlepas dari keunikan mitosnya, Gunung Prau adalah tempat yang sangat indah, apalagi untuk pengantin baru yang sedang dibakar api asmara, Gunung Prau adalah destinasi yang tepat untuk berbulan madu.