Mengenal Lebih Jauh Tentang Taman Nasional di Indonesia

 

Jika kita berbicara tentang taman, yang tergambar di pikiran kita mungkin tempat di suatu kota dengan tumbuh-tumbuhan atau bunga-bunga yang indah dan rindang. Namun, taman seperti yang ada di pikiran kita itu hanya sebuah taman berskala kecil dan tidak terlalu luas. Beda dengan Taman Nasional, letak perbedaannya adalah tentang luas, fungsi dan peruntukannya yang lebih luas dan kompleks.

Menurut situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Taman Nasional adalah bagian dari Hutan Konservasi yang ditujukan untuk kawasan pelestarian alam selain Taman Wisata Alam dan Taman Hutan Raya. Namun tidak menutup kemungkinan jika pemanfaatan Taman Nasional juga difungsikan menjadi dua jenis kawasan pelestarian tersebut. Kawasan pelestarian alam adalah hutan yang fungsi utamanya sebagai pengawetan keanekaragaman satwa, tumbuhan dan ekosistem. Kawasan ini merupakan bagian dari program Hutan Konservasi yang juga mencakup kawasan Suaka Alam (Cagar Alam dan Suaka Margasatwa) serta Taman Buru.

Pengertian taman nasional telah dijabarkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia No. 46 tahun 2016 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi pada Kawasan Taman Nasional, Taman Hutan Raya, dan Taman Wisata Alam pada Pasal 1 Ayat, sebagai berikut:

Taman nasional adalah kawasan pelestarian alam yang mempunyai ekosistem asli, dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, pariwisata, dan rekreasi. Selain itu, keberadaan taman nasional diperkuat oleh Undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Dalam undang-undang ini, TN menjadi bagian dari hutan konservasi yang juga meliputi suaka margasatwa, cagar alam, taman wisata alam, taman buru, dan taman hutan raya.

Saat ini terdapat 54 Taman Nasional di Indonesia, 6 diantaranya telah dinobatkan menjadi Situs Warisan Dunia, 9 lainnya menjadi bagian dari Jaringan Cagar Biosfer Dunia, serta 5 lokasi yang dijadikan lahan basah oleh Konvensi Ramsar dan mendapatkan perlindungan internasional.

// //