Mengklarifikasi 3 Mitos Alam Terkenal

Sebagai orang Indonesia, mendengar mitos itu bukan hal yang aneh ya tentunya. Dari tentang perjodohan, tentang hal-hal berbau mistis, dan masih banyak lagi. Alam liar juga punya mitos yang kadang bikin kita bertanya-tanya kalau itu tuh beneran atau engga, ya kan? Kali ini mimin akan bongkar kebenaran dari tiga mitos alam terkenal. Penasaran? Yuk, di scroll down

Pohon Berlumut Sebagai Petunjuk Jalan

Pernah dengar kalau sedang di hutan, pohon berlumut dijadikan sebagai petunjuk jalan? Nah, ini sebetulnya tidak selalu akurat, Areingers. Memang sih, lumut tumbuh di sisi utara batang pohon dan bebatuan.  Tapi, lumut juga tumbuh di sisi selatan, timur, dan barat karena lumut cenderung tumbuh di tempat sejuk dan lembap. Jadi, lebih baik jangan terlalu mengandalkan si hijau licin ini, ya. Lebih baik, ambil kompas atau perangkat GPS sebagai ganti yang lebih akurat!

Sentuh Katak Bisa Bikin Kamu Kutilan

Sebenernya siapa juga yang mau sengaja nyentuh katak sih, hahaha. Tapi, mitos ini cukup terkenal loh dan faktanya adalah tet-tot alias salah, Areingers. Katak gak bisa bikin kamu kutilan. Walaupun kulitnya kelihatan berkutil, tapi ini tidak ada hubungannya sama virus yang menyebabkan kutil pada manusia. Jadi, kamu bisa tetep sentuh katak, kok! Yah, kalau kamu mau. Hehe.

Kalau Mau Nemuin Sumber Air, Ikutin Burung Terbang

Sering lihat angsa terbang ke arah sumber air pas senja di TV? Ternyata dalam keadaan nyata, hal ini gak selalu terjadi. Gak cuma angsa, tapi burung yang lain juga bisa aja terbang ke daratan kapan pun mereka mau. Jadi, mereka gak bisa dijadikan pemandu untuk mencari sumber air, ya Areingers!

Percaya sama mitos emang balik lagi ke pribadi masing-masing tentunya, dan gak ada yang salah selama gak merugikan orang lain. Semoga beberapa klarifikasi mimin tadi bisa memperluas pengetahuan kamu tentang alam, yak. See you around!
// //