Pantangan yang patut untuk diketahui sebelum melakukan pendakian

Mendaki gunung sendiri juga merupakan sebuah aktvitas yang cukup berbahaya, tak heran apabila menyiapkan kondisi fisik serta mental menjadi fundamental sebelum melakukan kegiatan ini. Nah, kembali berbicara mengenai pantangan, sama halnya dengan bertamu atau mengunjungi sebuah tempat tentu ada beberapa aturan yang patut untuk Areingers turuti.

Tentunya sebagai pendaki, Areingers harus menuruti beberapa pantangan sebelulm Areingers melakukan pendakian. Baik untuk diri Areingers sendiri maupun orang lain. Nah, daripada Areingers semakin penasaran apa saja sih pantangan-pantangan yang patut untuk Areingers ketahui sebelum mendaki gunung, langsung saja simak beberapa informasinya di bawah ini yaa.

Jangan Mengabaikan Himbauan dari Petugas

Ini merupakan salah satu hal yang patut untuk Areingers perhatikan ketika melakukan pendakian. Karena untuk keselamatan Areingers sendiri kok bukan apa-apa. Ketika Areingers akan mendaki gunung, tentunya ada beberapa himbauan dari para petugas.

Paling mudah ialah sampai mana batas pendakian boleh dilakukan. Karena tidak semua gunung boleh didaki hingga puncaknya, bisa dari faktor gunungnya sedang aktif atau memang medannya sedang dalam kondisi tidak stabil untuk didaki.

Oleh sebab itu, jangan lupa untuk selalu mendaftarkan diri kepada petugas sebelum mendaki, jangan sampai pendakian yang Areingers lakukan ilegal. Kembali lagi hal ini Areingers lakukan untuk keselamatan diri Areingers sendiri, sebab Areingers akan berhadapan dengan alam bebas dengan kondisinya yang bisa berubah-ubah.

 

Dilarang Memotong Jalur Pendakian dan Membuat Jalur Baru

Bukan berarti ketika Areingers melakukan pendakian Areingers bisa melakukan seenaknya yaa, sebab gunung merupakan tempat umum bukan untuk Areingers saja. Sehingga sangat disarankan untuk tidak memotong jalur pendakian, apalagi membuat jalur baru.

Mengapa? Karena untuk mencegah terjadinya hal-hal buruk yang mungkin bisa terjadi. Seperti tersesat atau melewati jalur berbahaya. Perlu untuk Areingers ketahui juga, kalau jalur yang sudah dibuat memang diperuntukan bagi para pendaki agar selamat sampai tujuan.

Ingat mendaki gunung itu bukan sebuah lomba cepat-cepatan atau siapa yang akan sampai duluan. Proses pendakian menjadi keindahan yang patut untuk Areingers rasakan sebelum tiba di puncak. Sehingga perlu untuk selalu diingat untuk tidak memotong jalur pendakian yaa, apalagi membuat jalur baru.

 

Jangan Memaksakan Ambisi

Pendakian sendiri merupakan aktivitas yang akan dilakukan secara berkelompok, sehingga rasa egois seharusnya sudah sirna bahkan tidak boleh ada di dalam pikiran lo. Perlu untuk disadari pula kalau keselamatan bersama merupakan prioritas utama.

Ingat kalau mendaki itu ialah kegiatan yang berhubungan langsung dengan alam. Keadaan alam yang tidak menentu kadang menjadi hambatannya. Areingers harus tahu kapan waktunya berhenti atau bahkan kembali turun tanpa mencapai puncak. Jangan membuat ambisi Areingers menguasai diri Areingers tanpa memikirkan keselamatan diri dan orang lain.

Banyak pula yang beranggapan kalau mendaki gunung itu bukan gunungnya, namun diri Areingers sendirilah yang harus Areingers taklukan. Kembali lagi, mental Areingers pun harus Areingers siapkan secara matang sebelum melakukan pendakian yaa. Jangan melakukan hal-hal sembrono yang akan membahayakan diri Areingers bahkan orang di sekitar Areingers yaa.

 

Hindari Tindakan Vandalisme

Yaap, hindarilah tindakan vandalisme dalam bentuk apapun ketika Areingers ingin mendaki yaa. Karena ini merupakan kelakuan buruk dan bisa merugikan, baik untuk orang lain atau keindahan dari gunungnya sendiri.

Aksi vandal yang sering terlihat ialah dengan menulis nama, komunitas atau negara tertentu pada apa saja yang ada di gunung. Ingat ini bukanlah hal sepele, masa Areingers mau sih gunung nan indah terlihat kotor dengan tindakan manusianya sendiri.

Bukan hanya seputar keindahan atau keelokannya saja, namun vandalisme juga bisa mengancam nyawa pendaki lainnya. Apalagi kalau sampai Areingers merubah tanda-tanda jalus pendakian, sekali lagi ingat bro jangan iseng deh kalau sedang mendaki. Selalu utamakan kepentingan umum ketimbang hanya untuk kesenangan semata saja.

 

Jangan Mengambil Apapun di Gunung

Pantangan lainnya yang patut untuk selalu Areingers perhatikan ialah dengan tidak mengambil apapun di gunung. Memang banyak hal menarik yang bisa Areingers lihat ketika berada di atas ketinggian, seperti bunga-bunga atau hewan-hewan yang tidak bisa Areingers temukan di daratan.

Hilangkanlah pemikiran “hanya” mengambil, karena kalau Areingers teruskan pemikiran seperti itu semakin banyak yang hilang dari gunung loh. Contohnya saja pengambilan Bunga Edelweis yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Engga mau dong generasi berikutnya tidak bisa melihat bunga-bunga, tanaman bahkan hewan yang ada di pegunungan hanya karena tangan-tangan nakal. Eksosistem dari gunung yang Areingers daki pun bisa terganggu. Sehingga jangan memiliki sifat atau kebiasaan seperti ini yaa.

 

Hindari Mendirikan Tenda di Dekat Sumber Air

Hal ini pun sering kali disepelekan oleh banyak pendaki, dengan alasan ingin mendapatkan pemandangan danau atau sumber air ketika bangun pagi. Karena sebenarnya mendirikan tenda itu harus mencari tempat yang datar dan lapang.

Hindarilah mendirikan tendai di dekat sumber mata air seperti sungai, danau dan air terjun. Mengapa? Karena Areingers bisa menghindari banjir yang datang tiba-tiba atau juga bisa mencegah Areingers dari hewan buas yang mencari minum saat malam hari. Tentu untuk keselamatan Areingers juga kok.

 

Sumber