Tips sederhana Berkemah tanpa membawa Plastik.

Hampir setiap harinya, banyak orang mengemas berbagai macam barang dalam wadah berbahan plastik. Hal ini juga kerap dilakukan para pendaki yang hendak berkemah di alam bebas. Hampir setiap peralatan kemah dibungkus plastik sebelum akhirnya dimasukkan dalam ransel.

Kebiasaan memasukkan barang ke dalam wadah plastik diketahui mampu meningkatkan jumlah sampah di alam bebas. Oleh sebab itu, pendaki menerapkan cara khusus agar jumlah sampah plastik di lokasi perkemahan tidak bertambah. Apa sajakah itu? Berikut adalah 5 tips untuk berkemah tanpa plastik. Silakan disimak ya!

 

1. Menyiapkan Bermacam-macam Wadah Pengganti Plastik

Pendaki bisa menggunakan wadah pengganti plastik saat berkemah di alam bebas. Sebelum berangkat menuju area perkemahan, carilah barang-barang sederhana yang kira-kira bisa dijadikan wadah penyimpanan. Hal ini tentu akan menguji kreativitas serta melatih Areingers untuk berpikir out of the box.

Jika melihatnya secara jeli, pendaki sebenarnya bisa memanfaatkan banyak barang untuk dijadikan wadah penyimpanan. Contohnya seperti kantung kertas, kotak telur, tas kanvas, setoples, kotak makanan, tas kanvas, botol minum, dan lain-lain. Areingers bahkan bisa menciptakan wadah penyimpan dari daun pembungkus seperti daun jati dan daun pisang.

Cara alternatif lainnya adalah menonton tutorial merancang wadah pembungkus makanan untuk berkemah di youtube, Dengan membawa wadah pengganti plastik, Areingers telah menunjukkan kontribusi terhadap upaya pelestarian alam. Kebersihan tempat wisata pun bakal terjaga dengan baik sehingga bisa dinikmati generasi mendatang.

 

2.  Tidak Membawa Perlengkapan Mandi Berbentuk Sachet

Mandi termasuk salah satu aktivitas yang tak boleh dilupakan pendaki saat berkemah. Tujuannya tentu agar badan tetap bersih dari kotoran atau debu yang menempel. Usai mandi, tubuh pendaki tentu akan menjadi tidak lengket dan bau karena keringat sudah hilang. Oleh sebab itu, Areingers wajib memastikan perlengkapan mandi sudah berada dalam tas sebelum berangkat.

Sebagian besar wisatawan biasanya membawa peralatan mandi dalam bentuk sachet agar lebih praktis. Meski demikian, perlengkapan mandi sachet sejatinya dapat menambah jumlah sampah plastik di area perkemahan. Keindahan tempat kemah pun bakal menjadi rusak karena kehadiran barang ini.

Untuk itu, pendaki disarankan membeli botol-botol kecil yang bisa diisi ulang sebelum pergi kemah. Hal ini dimaksudkan agar penggunaan barang berbahan plastik dapat menurun secara drastis. Di samping itu, pemakaian boto refill juga akan menghemat pengeluaran Areingers selama liburan karena bisa dipakai berkali-kali. Mantap sekali, bukan?

 

3. Menyusun Daftar Belanja Makanan untuk Camping

Aktivitas berkemah juga membutuhkan persiapan matang. Hal penting lainnya yang tak boleh dilupakan pendaki sebelum berkemah adalah merancang daftar belanja makanan. Pendaki perlu menyusun daftar belanja  agar tidak kekurangan asupan nutrisi saat berkemah atau mendaki gunung.

Selain itu, ada juga alasan lain mengapa pendaki membutuhkan daftar belanja kudapan sebelu mulai berkemah. Pembuatan daftar ini juga dimaksudkan agar Areingers bisa mengetahui jumlah dan jenis wadah yang dibutuhkan ketika berbelanja. Jadi, Areingers dapat membeli makanan dan menyimpannya dalam wadah non plastik.

Kebiasaan menggunakan bahan non plastik sebaiknya tak hanya diterapkan pendaki di area perkemahan saja. Mulailah membiasakan hal ini di mana saja, termasuk ketika hendak membeli makanan untuk berkemah. Dengan begitu, lingkungan dapat tetap terlihat bersih dan asri karena terbebas dari sampah plastik.

 

4. Memakai Plastik Bekas jika Tak Punya Pilihan Lain

Terdapat banyak cara untuk menunjukkan rasa cinta dan peduli terhadap lingkungan, salah satunya adalah dengan mengurangi pemakaian bahan plastik. Meski demikian, ada kalanya juga pendaki dihadapkan pada situasi darurat di mana solusi atas permasalahan tersebut bertumpu pada pemakaian plastik. Mau tak mau Areingers harus berkompromi dengan hal ini.

Contoh situasi di mana pendaki perlu menggunakan plastik adalah saat melindungi korek api dari udara lembab. Jika dihadapkan pada kondisi demikian, carilah plastik bekas yang kira-kira bisa dimanfaatkan keperluan tersebut. Usahakan untuk tidak menggunakan plastik baru karena hal tersebut berpotensi menambah jumlah sampah yang tak bisa didaur ulangdi area perkemahan.

 

5. Menggunakan Peralatan Makan yang Bisa Dipakai Berkali-kali

Sebelum berangkat ke tempat kemah, pastikan peralatan makan Areingers sudah dimasukkan dalam barang bawaan. Hindari pemakaian alat makan berbahan plastik karena barang tersebut hanya bisa dipakai sekali serta tidak ramah lingkungan. Mulailah beralih ke alat makan yang bisa dipakai berulang-ulang untuk mendukung upaya pelestarian lingkungan.

Pakailah alat makan yang bisa digunakan berkali-kali agar tidak menambah jumlah sampah di area perkemahan. Selain itu, pendaki juga bisa memakai alat makan khusus camping yang memiliki ukuran kecil dan ringan. Bentuknya yang relatif kecil tentu tidak memakan kapasitas ransel.

Contoh alat makan lain yang bisa dipakai pendaki saat berkemah adalah sendok kayu. Areingers tentu bisa memanfaatkannya sebagai wajan teflon kecil ketika bermalam di tenda. Jadi, jangan lupa menggunakan alat makan yang bisa digunakan berkali-kali ya bro!

 

Demikian 5 tips sederhana buat Areingers yang ingin berkemah tanpa menggunakan plastik. Semoga informasi di atas menginspirasi Areingers untuk terus meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan selama liburan. Pokoknya, jangan sampai aktivitas traveling Areingers membuat Areingers lalai dari kewajiban untuk merawat keindahan alam.