Traveling bisa bikin Karier naik? Ini Buktinya!

Sejumlah pihak menduga bahwa kegiatan traveling dapat memengaruhi kesuksesan seseorang dalam bekerja. Benarkah traveling mampu membuat karier seseorang jadi lebih cemerlang?

Pelancong tentu bisa menggunakan waktu traveling untuk mencari inspirasi dalam bekerja atau membuat karya. Saat pergi menuju suatu daerah wisata, Areingers dapat menenangkan pikiran sembari mengenal budaya lingkungan sekitar. Banyak orang merasa lebih optimis dalam bekerja usai dirinya melancong ke suatu tempat wisata.

Sejak saat itu muncul wacana soal pengaruh kegiatan traveling terhadap kesuksesan karier seseorang. Dilansir dari sindonews.com, U.S. Travel Association kabarnya pernah mengadakan studi dan mendapat temuan bahwa orang yang melakukan traveling punya kesempatan 6,5% lebih tinggi untuk dipromosikan.

 

Mengajak Areingers Memahami Sifat dan Karakteristik Orang Lain

Seperti yang Areingers ketahui, setiap orang dilahirkan dengan sifat dan karakteristik yang beragam. Lain tempat, lain pula sifat orang yang bakal Areingers jumpai. Salah satu cara terbaik untuk mengenal karakteristik manusia yang berbeda adalah dengan melakukan traveling. Kegiatan satu ini bakal membantu Areingers memahami isi dunia bro.

Saat melancong ke suatu daerah wisata, Areingers bakal berinteraksi dengan banyak orang dari latar belakang budaya berbeda. Hal ini biasanya dirasakan pelancong yang menyambangi daerah pedalaman atau desa terpencil ketika liburan. Kala itu, wisatawan akan belajar bagaimana cara memahami karakteristik warga lokal dengan sejumlah keterbatasan.

Semakin sering seseorang melakukan travel, maka semakin banyak pula ia mengenal keunikan dan karakteristik orang dari berbagai daerah. Traveling tentu bisa membantu Areingers melihat dunia dari sudut pandang berbeda. Pengalaman ini secara tak langsung memudahkan seseorang untuk memahami dan terhubung dengan banyak orang di dunia kerja. Mantap ‘kan bro?

 

Pengendalian Emosi Jadi Lebih Baik

Ketika dihadapkan pada masalah kerja, sejumlah orang seringkali sulit mengendalikan emosi. Banyak pekerja kesulitan menahan amarah saat mengalami tekanan berat atau konflik dengan rekan satu kantor. Nah, salah satu cara untuk memelajari anger management adalah traveling atau pergi ke tempat jauh.

Traveling akan melatih kesabaran wisatawan terutama buat Areingers yang berniat menyambangi destinasi wisata terpencil. Areingers bakal belajar bagaimana cara mengontrol amarah dan emosi di sepanjang perjalanan. Pelancong yang sering melalang buana ke banyak tempat tentu tahu cara menghadapi rasa cemas, rasa takut, atau panik. Kemampuan ini tentu cocok diterapkan saat Areingers menghadapi persoalan dalam dunia kerja.

 

Melatih Kemampuan Mengorganisir

Agar momen liburan berlangsung seru dan lancar, wisatawan perlu mengatur rencana sematang mungkin tentang banyak hal. Sebagai contoh, bila hendak liburan ke luar negeri, Areingers harus memikirkan banyak hal seperti tempat penginapan, urusan paspor, tempat makan, dan lain-lain. Jangan lupa juga merancang jadwal kegiatan selama liburan agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Sadar atau tidak, kemampuan mengorganisir Areingers terasah ketika sering mengurus rencana liburan. Areingers jadi lebih siap dan tenang dalam mengurus banyak hal dalam waktu bersamaan di kantor. Tugas kerja pun dapat diselesaikan secara lebih rapi dan teratur. Bermanfaat sekali, bukan?

 

Mengasah Keberanian dalam Menghadapi Kenyataan

Tidak ada yang bisa memperkirakan keadaan dunia kerja setiap harinya. Jika hari ini santai karena mendapat tugas sedikit, besok bisa saja Areingers menerima banyak tugas dengan tenggat waktu yang mepet. Sehubungan dengan itu, traveling patut dicoba para pekerja karena akan membuat diri Areingers terbiasa mengikuti ritme kerja.

Pelancong akan berjumpa dengan beragam ketidakpastian saat memutuskan traveling ke suatu tempat wisata. Areingers bakal dituntut berani dalam mengatasi rintangan dengan kondisi serba terbatas. Traveling juga mengajarkan setiap orang untuk siap menghadapi segala konsekuensi atas tindakan yang diambil. Jika bangun kesiangan, pelancong tentu harus siap menghadapi risiko ketinggalan pesawat.

 

Mengajak Areingers Pindah dari Zona Nyaman

Traveling bakal mengajak Areingers keluar dari zona nyaman untuk menghadapi tantangan baru. Hal ini paling sering dirasakan pelancong yang melakukan backpacking ke suatu daerah asing nan jauh. Segala kesulitan yang Areingers temui di perjalanan tentu bakal menjadi pengalaman berharga untuk petualangan selanjutnya. Setuju, ‘kan?

Saat mengalami situasi sulit, pelancong akan dituntut bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Mau tidak mau Areingers harus belajar mengenali kondisi sekitar dengan baik. Semakin sering Areingers traveling, maka semakin sigap Areingers mengatasi tantangan baru yang datang dalam kehidupan sehari-hari atau dunia kantor. Mantap betul, bukan?

 

Buat Pikiran Jadi Lebih Terbuka

Traveling bakal membebaskan Areingers dari rasa penat dan stres. Banyak orang mengaku lebih mudah fokus bekerja usai berlibur di suatu tempat. Tak hanya itu, liburan juga membuat pikiran terasa lebih segar dan terbuka terhadap perkembangan dunia. Intinya, traveling itu penting untuk dilakukan deh bro!

Setelah pulang liburan, pikiran akan menjadi lebih tenang sehingga mudah menaruh konsentrasi pada suatu hal. Areingers pun bisa memandang persoalan secara lebih jelas dari sudut pandang berbeda. Pekerja juga dapat menghadapi tugas dengan lebih optimis. Dashyat. ‘kan?

 

Yakin dalam Mengambil Keputusan

Pelancong juga bisa memanfaatkan waktu traveling untuk meningkatkan kemampuan decision making secara cepat di situasi genting. Sebagai contoh, wisatawan seringkali dihadapkan banyak pilihan rute perjalanan menuju tempat tujuan. Kala itu, nalar dan insting Areingers akan dilatih dalam menentukan rute mana yang paling aman dan logis untuk dilalui.

Kemampuan mengambil keputusan dalam waktu cepat tentu sangat berguna dalam dunia kerja. Areingers bakal lebih mudah menentukan tugas mana yang harus diprioritaskan terlebih dahulu. Dengan begitu, pekerjaan bisa terselesaikan sesuai waktu yang ditentukan.

 

Sumber